Kabid SMA Disdikbud Provinsi Maluku: Seluruh Siswa Kariuw Titipan Di SMA Rehobot Dapodiknya Telah Disinkronkan

oleh -3426 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Ambon – Semua anak-anak negeri Kariuw yang bersekolah di persekolahan SMA Rehobot telah disinkronkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Penegasan ini di sampaikan Kepala Bidang SMA pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku, Sirhan Pellu, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, pada Jumat (25/08/2023).

Pellu menjelaskan, Seluruh siswa yang berjumlah sembilan puluh enam orang itu mulai dari jenjang pendidikan SMP hingga SMA, Dapodiknya telah disinkronkan sejak dua pekan lalu.

Untuk jumlah anak-anak negeri Kariuw yang merupakan siswa SMA sebanyak 39 tersebut merupakan gabungan dari 3 SMA yang ada di kecamatan Pulau Haruku,” jelas Pellu.

Pellu menerangkan, anak-anak negeri Kariuw sebelumnya bersekolah di SMA Negeri 19 Aboru, SMA Negeri 16 Ori dan SMA Negeri 7 Maluku Tengah. Sekarang semuanya telah bersekolah di SMA Kristen Rehoboth, kota Ambon.

“Hal ini telah menjadi bahan diskusi kami sebelumnya bersama Deputi II Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Abetnego Panca Putra Tarigan bahwa siswa yang mengalami kondisi konflik di Aboru harus ditindaklanjuti ke Persekolahan Kristen Rehoboth,” jelasnya.

Dikatakannya, seluruh anak-anak negeri Kariuw yang bersekolah di SMA Rehoboth, harus mendapat hak yang sama diantaranya Program Indonesia Pintar (PIP).

“PIP mereka harus dibayar sehingga secara otomatis Dapodiknya juga harus disinkronkan. Saya ingatkan kepada Kepala Sekolah SMA Kristen Rehoboth agar seluruh siswa harus dilepas dari sekolah asal untuk masuk ke Rehoboth, sebab kita tidak inginkan mereka dirugikan dalam proses pendidikan terutama pemenuhan atas hak mereka,” ungkapnya.

Ditambahkan, sebelum dimutasikan ke persekolahan Rehoboth, ada pemikiran untuk membuka kelas jauh di negeri Kariuw.

“Namun terkendala dengan tenaga guru dan juga fasilitas sekolah, tidak mungkin mereka mendapat pelajaran di sekolah darurat. Ini akan mengakibatkan psikologi mereka semakin memburuk karena masih dalam kondisi yang tidak nyaman untuk bersekolah,” tambahnya.

Pellu mengapresiasi pihak persekolahan Rehoboth yang telah menerima Anak-anak dari negeri Kariuw untuk mengenyam pendidikan di persekolahan Rehobot.

“Saya sangat mengapresiasi sekolah ini, Kepala Sekolahnya juga membuka diri untuk menerima mereka, bahkan yang lebih luar biasa, mereka ditempatkan dalam asrama, semua kebutuhan dipenuhi dengan baik. Terimakasih untuk Kepala Sekolah beserta staf guru SMA Rehoboth,” tuturnya.

Sementara itu untuk anak-anak negeri Kariuw yang ada pada jenjang SMP, Pellu menyatakan itu bukan kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku.

“Masing-masing kita sudah diberikan tanggungjawab, sehingga kami tidak dapat mengintervensi kewenangan dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah untuk masalah SMP,” jelasnya lagi.

Walaupun demikian, lanjutnya, jika pemerintah akan membangun SMP harus memperhatikan beberapa hal.

“Diantaranya ketersediaan jumlah tenaga pengajar yang harus diprioritaskan, tenaga pengajar haruslah anak negeri, kemudian harus ada minimal tiga sekolah dasar sebagai penunjang dengan produksi kelulusan enam puluh orang. Jika persyaratan tersebut tidak terpenuhi maka tidak bisa membangun SMP di sana,” tandasnya. (JR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.