MasarikuOnline.Com, Magelang, 23 Februari 2025 – Dalam rangkaian kegiatan pembekalan atau retret Kepala Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri di Magelang, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengadakan pertemuan khusus dengan para Bupati dan Walikota se-Maluku. Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Maluku dengan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota dalam upaya membangun Maluku yang lebih baik.
Dalam suasana yang penuh keakraban, Hendrik Lewerissa bersama para Kepala Daerah berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai langkah strategis dalam pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa pembangunan Maluku tidak bisa dilakukan secara terpisah oleh Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota, tetapi harus melalui pendekatan yang terpadu dan simultan.
“Membangun Maluku tidak dapat dilakukan secara parsial, di mana Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergitas sehingga pembangunan dapat dilakukan secara simultan dengan kesamaan persepsi dan tindakan,” ujar Hendrik.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa retret Kepala Daerah ini juga merupakan bagian dari upaya Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menyelaraskan pemikiran dan langkah pembangunan, yang dimulai dari daerah hingga tingkat nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Hendrik menyoroti berbagai tantangan utama yang dihadapi Maluku, di antaranya:
- Menurunkan tingkat kemiskinan,
- Meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan,
- Memperbaiki infrastruktur untuk konektivitas antar wilayah, dan
- Mendorong investasi guna menciptakan lapangan kerja.
Menurutnya, permasalahan ini harus ditangani secara terpadu oleh Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Gubernur juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Maluku agar pertemuan di Magelang dapat menghasilkan strategi dan kebijakan yang bermanfaat bagi kemajuan daerah.
Sebagai informasi, Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath dalam kepemimpinannya telah menetapkan visi dan misi yang tertuang dalam Sapta Cita, yang mencakup:
- Peningkatan tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat.
- Pengentasan kemiskinan dan pengurangan tingkat pengangguran.
- Peningkatan kualitas SDM, pendidikan, kesehatan, serta penguatan peran pemuda dan penyandang disabilitas.
- Peningkatan infrastruktur untuk memperlancar konektivitas antar wilayah.
- Pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam secara berkelanjutan.
- Peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta pemberdayaan UMKM.
- Revitalisasi lembaga sosial berbasis adat, budaya, dan kearifan lokal.
Melalui pertemuan ini, Hendrik berharap adanya komitmen bersama dari seluruh Kepala Daerah di Maluku untuk menjalankan program pembangunan dengan semangat kebersamaan. Dengan sinergitas yang kuat, ia optimistis Maluku dapat terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya. (**)















