Masarikuonline.Com, Ambon – Kepala Pemerintahan Desa Waiheru memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Kader Posyandu Desa Waiheru yang bekerja keras dalam upaya penurunan stunting.
Hal ini disampaikan Kepala Desa Waiheru, Usman Ely kepada media ini disela kegiatan pembagian bantuan sembako kepada keluarga beresiko stunting di kantor Desa Waiheru, kecamatan, Baguala kota Ambon, pada beberapa waktu lalu.
Usman menjelaskan, penanganan kasus stunting di Desa Waiheru sesuai data tahun 2021 mencapai 63 kasus, dengan berbagai upacara yang dilakukan bersama Pemerintah Desa, TP PKK, Kader Pembangunan Manusia, keder posyandu hingga tahun 2022 kasus stunting di Desa Waiheru menurun menjadi 20 kasus.
“Upaya terus kami lakukan, hingga tahun ini pada periode Oktober 2023 berdasarkan data dari puskesmas kasus stunting di Desa Waiheru hanya tinggal 3 kasus,” Jelas Usman.
Terkait pemberian bantuan sembako kepada warga beresiko stunting, Usman mengakui pemberian bantuan sembako kepada 18 warga beresiko stunting, hal ini disebabkan data awal yang telah dianggarkan sebanyak 18.
“Kami hanya memberikan bantuan sembako kepada 18 dari 20 warga beresiko stunting berdasarkan data yang telah dianggarkan, sedangkan 2 kasus yang tidak menerima bantuan adalah keluarga TNI dan PNS, namun pendampingan dan monitoring terhadap mereka tetap dilakukan,” Ungkap Usman.
Menurutnya, meskipun data terbaru dari puskesmas angka prevalensi stunting di Desa Waiheru hanya 3, karena pengusulan anggaran awal memang untuk 18 warga, kami tetap memberikan sesuai data anggarannya,” Ungkap Usman.
Untuk bantuan sembako yang diberikan kata Usman, ada beras, telur, susu, gula dan juga daging ayam.
Kami berharap, dengan upaya yang terus dilakukan, baik oleh pemerintah Desa, TP PKK KPM, Kader posyandu angka prevalensi stunting di Desa Waiheru hingga tahun 2024 menjadi 0 kasus.
“Kedepannya kami tidak memberikan bantuan dalam bentuk sembako lagi, setalah dilakukan evaluasi terkait penanganan kasus stunting yang spesifik, kami akan memberikan bantuan dalam bentuk makan bergizi seimbang langsung kepada 3 kasus stunting tersisa, maupun bagi anak-anak yang kurang gizi maupun gizi buruk dan ditangani langsung oleh KPM dan Kader posyandu,” Pungkasnya. (JR)

















