Duta Literasi OJK Maluku, Jerry Lumamuly Edukasi Warga Lokki Soal Peran OJK dan SNLIK

oleh -318 Dilihat

MasarikuOnline. Com, Seram Bagian Barat – Upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan terus digencarkan hingga ke wilayah pedesaan. Duta Literasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jerry Lumamuly, memberikan materi pengenalan OJK dalam kegiatan Gencarkan Edukasiku yang berlangsung di Negeri Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi penting bagi masyarakat untuk memahami peran OJK serta pentingnya literasi dan inklusi keuangan dalam mendorong kesejahteraan ekonomi keluarga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan OJK Provinsi Maluku, Rovel S.E.A. Ayal selaku Manajer Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, serta Andi Baiz Ikram sebagai Asisten Manajer Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, Keuangan Daerah dan Layanan Manajemen Strategis (PEPKLMS). Hadir pula perwakilan Bank Modern Ekspres Cabang Piru, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Piru, Kepala Pemerintahan Negeri Lokki, serta masyarakat setempat.

OJK dan Perannya dalam Sistem Keuangan Nasional

Dalam pemaparannya, Jerry menjelaskan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011. OJK memiliki tugas utama mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan di Indonesia.

“OJK hadir untuk memastikan sistem keuangan berjalan tertib, adil, transparan, dan akuntabel, serta melindungi masyarakat sebagai konsumen,” jelas Jerry.

Ia memaparkan bahwa OJK melakukan pengawasan terintegrasi terhadap tiga sektor utama, yakni perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank (IKNB), termasuk asuransi, dana pensiun, perusahaan pembiayaan, pegadaian, lembaga keuangan mikro, BPJS, hingga fintech atau pinjaman online legal.

SNLIK Jadi Tolok Ukur Literasi dan Inklusi Keuangan

Dalam kesempatan tersebut, Jerry juga memperkenalkan SNLIK (Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan) yang dilakukan OJK secara berkala.

SNLIK merupakan survei nasional yang bertujuan untuk mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Melalui survei ini, OJK dapat mengetahui sejauh mana masyarakat memahami produk dan layanan keuangan, serta seberapa besar akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

“Data SNLIK menjadi dasar bagi OJK dalam merancang program edukasi dan kebijakan agar literasi dan inklusi keuangan terus meningkat, termasuk di daerah-daerah,” ujarnya.

Pentingnya Literasi dan Inklusi Keuangan

Jerry menjelaskan, literasi keuangan adalah pengetahuan dan kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan secara bijak. Misalnya memahami cara menabung, menyusun anggaran, mengetahui perhitungan bunga dan risiko utang, serta mampu membedakan produk tabungan, deposito, asuransi, dan investasi.

Sementara inklusi keuangan adalah ketersediaan dan kemudahan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, seperti memiliki rekening bank, mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR), mendapatkan perlindungan asuransi, hingga memanfaatkan layanan keuangan digital.

Menurutnya, peningkatan literasi tanpa diimbangi akses layanan keuangan tidak akan maksimal. Sebaliknya, akses tanpa pemahaman juga berisiko menimbulkan masalah keuangan.

“OJK bukan hanya pengawas lembaga keuangan, tetapi juga pelindung masyarakat agar tidak terjebak praktik keuangan ilegal. Semakin tinggi literasi dan inklusi keuangan, semakin kuat pula fondasi ekonomi masyarakat,” tegas Jerry.

Kegiatan edukasi di Negeri Lokki ini diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangan serta menggunakan layanan keuangan yang legal dan diawasi OJK. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.