BKL Nusa Indah Negeri Hutumuri Gelar Wisuda Sekolah Lansia, Nopian Andusti : Ini Contoh Bagi Kabupaten/kota Lainnya di Provinsi Maluku

oleh -1260 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Ambon – BKKBN Provinsi Maluku menggelar kegiatan Wisuda Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Nusa Indah Negeri Hutumuri, kecamatan Leitimur selatan, kota Ambon, berlangsung di Marina Hotel Ambon, pada Rabu (29/11/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN RI, Nopian Andusti, SE. MT, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dra. Renta Rego, PJ. Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, Ketua TP-PKK Kota Ambon, Ny. Lisa Wattimena, Kepala OPD Pemprov Maluku, Kepala OPD Pemkot Ambon, Camat Leitimur selatan, Raja Negeri Hutumuri, Pengurus dan Tim Pengajar Sekolah Lansia BKL Nusa Indah, Tokoh agama dan Tokoh masayarakat para wisudawan/I lansia, serta undangan lainnya.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan Wisuda Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Nusa Indah Negeri Hutumuri, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dra. Renta Rego menyampaikan, Sekolah lansia BKL Nusa Indah merupakan sekolah lansia di kelompok BKL yang pertama di Provinsi Maluku dan merupakan angkatan Pertama.

Renta Rego menjelaskan, pelaksanaan sekolah lansia pada kelompok BKL ini bertujuan,

1. Meningkatkan kualitas kelompok Bina Keluarga Lansia dalam mewujudkan lansia tangguh

2. Meningkatkan pemahaman lansia tentang konsep SMART dalam lingkup lansia Tangguh 7 dimensi (spiritual, fisik, emosional, intelektual sosial, vokasional dan lingkungan)

3. Meningkatkan pengetahuan lansia tentang proses menua sehat dan sakit, kesehatan fisik dan mental serta lingkungan yang mendukung kehidupan lansia.

Siswa/siswi sekolah lansia BKL Nusa Indah berjumlah 31 orang, para lansia mandiri di Desa hutumuri yang terdiri dari Opa: 7 Orang dan Oma: 24 orang.
Untuk Tim Pengajar pada Sekolah Lansia BKL Nusa Indah Negeri Hutumuri berasal dari, Dinas PPKB Kota Ambon, Dokter dan Perawat dari Puskesmas Hutumuri, Piskolog dan Guru Pendidikan Jasmani. Sedangkan Pengurus sekolah lansia dari Pemerintah Negeri Hutumuri dan Kader BKL Nusa Indah.

Renta Rego juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi Kepada Pemerintah Kota Ambon, Ketua TP PKK Kota Ambon, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Ambon yang dengan sangat mendukung pelaksanaan sekolah lansia pada kelompok Bina Keluarga Lansia di Kota Ambon.

Sementara itu, PJ. Walikota Ambon Bodewin Wattimena dalam sambutannya mengatakan, enam bulan yang lalu kami bersama ketua TP PKK Provinsi Maluku baru saja melaunching BKL Nusa Indah Negeri Hutumuri dengan 31 siswa/i lansia dan ada harapan yang disampaikan bahwa para orang tua ini adalah contoh dan teladan bagi kita, karena mereka sudah melalui proses kehidupan yang panjang.

Oleh karenanya keberadaan lansia bukan menjadi beban tetapi justru menjadi orang-orang terus menjadi sobar dan teladan bagi kita baik anak, cucu, cece, serta pengalaman hidup mereka menjadi bahan masukan bagi kehidupan kita kedepannya.

“Walaupun mereka sudah berada pada usia yang lanjut, namun bisa menampilkan tari-tarian, padua suara yang luar biasa dan itu menjadi sumber inspirasi, motivasi dan semangat bagi kita,” Jelas Wattimena.

Pemerintah kota Ambon memberikan apresiasi kepada Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku yang telah memprakarsai adanya Sekolah Lansia BKL Nusa Indah di Negeri Hutumuri dan berharap sekolah lansia BKL Nusa Indah ini akan selalu menjadi contoh agar ke depan dapat dikembangkan di Kota Ambon dan Provinsi Maluku.

Ditempat terpisah, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN RI, Nopian Andusti, SE. MT saat di wawancarai awak media menjelaskan, Kepala BKKBN RI sangat mengapresiasi wisuda sekolah lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Nusa Indah Negeri Hutumuri, kota Ambon , dan ini merupakan pertama sekolah lansia di Provinsi Maluku.

Menurutnya, ini merupakan contoh bagi kabupaten/kota lainnya yang ada di Provinsi Maluku pada tahun 2024 harus ada satu sekolah lansia.

Kami sangat berharap para lansia ini tidak menjadi beban, tetapi menjadi lansia yang smart yang dapat berkontribusi bagi keluarganya, masyarakat dalam bidang sosial dan kemasyarakatan.

Terkait dengan sistem pembelajaran dan kurikulum yang diterapkan, Nopian Andusti mengatakan, kurikulum dan sistem pembelajaran kita yang siapkan, namun prinsipnya ini pengembangan dari bina keluarga lansia dan tenaga pengajar dari daerah masing-masing karena ini sifatnya relawan dan tidak dibayar. (JR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.