BI Maluku Gelar 5th Maluku Manggurebe, Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif Tumbuh Inklusif

oleh -2114 Dilihat

MasarikuOnline. Com, Ambon – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku (KPwBI Maluku) kembali menggelar event tahunan bertajuk 5th Maluku Manggurebe pada 2–4 Oktober 2025 di Taman Pattimura, Ambon. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi & Kolaborasi Membangun Kreativitas untuk Pertumbuhan Ekonomi Maluku yang Inklusif”.

Acara ini merupakan bagian dari Strategic Regional Program BI yang difokuskan pada pengembangan sektor UMKM, industri kreatif, pariwisata, serta digitalisasi sistem pembayaran, khususnya di wilayah timur Indonesia.

Opening Ceremony digelar pada 3 Oktober 2025 dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Walikota Ambon Bodewin M. Wattimena, serta jajaran Forkopimda dan stakeholders daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Ricky Gozali menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan pemangku kepentingan yang selama ini berkontribusi dalam mendorong penguatan kinerja UMKM serta pertumbuhan ekonomi Maluku dan nasional.

“Sinergi ini menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya cepat, tapi juga inklusif dan berkelanjutan,” ujar Ricky.

Selama tiga hari pelaksanaan, BI Maluku menghadirkan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mendorong UMKM naik kelas. Sebanyak 58 UMKM unggulan dari sektor makanan dan minuman, wastra, busana siap pakai (ready to wear), dan kerajinan tangan ikut ambil bagian dalam kurasi dan showcase produk.

Kegiatan ini juga menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku dan tujuh Dekranasda Kabupaten/Kota untuk menampilkan produk unggulan daerah.

Selain itu, rangkaian acara juga diisi dengan talkshow ekonomi, lomba-lomba kreatif, serta program edukasi guna meningkatkan literasi masyarakat dalam bidang keuangan dan ekonomi digital.

Dalam mendukung pengendalian inflasi daerah, BI Maluku bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku dan Bulog mengadakan gerakan pasar murah. Berbagai komoditas pangan strategis dijual dengan harga terjangkau guna menjaga daya beli masyarakat.

Tak hanya itu, untuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran, BI Maluku menggelar QRIS Splash Run pada 4 Oktober 2025. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan adopsi dan transaksi QRIS di kalangan masyarakat, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata.

Hingga Semester I 2025, tercatat 97.200 merchant QRIS di Maluku, dengan 153.300 pengguna, mencatatkan 3,28 juta transaksi senilai total Rp661 miliar.

5th Maluku Manggurebe juga menjadi ajang penguatan sinergi antarinstansi, yang ditandai dengan hadirnya booth pelayanan publik dari sejumlah lembaga seperti OJK, Kementerian Keuangan, Kemenkumham, Perbankan, Samsat, Pegadaian, BEI, PNM, hingga OPD daerah.

BI menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi untuk memperkuat daya saing UMKM dan industri kreatif lokal, yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Maluku.

“Melalui sinergi yang berkelanjutan, kita berharap Maluku dapat tampil sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur,” tegas Kepala KPwBI Maluku, Mohamad Latif. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.