MASARIKU.COM, Proses belajar mengajar pada SMPN 7 Ambon dalam kondisi Covid-19 ini, berpedoman pada ketentuan yang di keluarkan oleh Pemda Kota Ambon, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Ambon, yang mengharuskan setiap satuan pendidikan, khususnya untuk SMPN 7 Ambon, melakukan setiap proses pembelajaran dalam dua bentuk yaitu Daring atau pembelajaran jarak jauh dan pemberian tugas secara langsung bagi peserta didik yang tidak memiliki Handphone Android, Hal ini yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN 7 Ambon Hasan Tuahuns, S.Pd. M.Pd. kepada Media ini di ruang kerjanya, Senin (08/11/2021).
Lebih lanjut dikatakannya, Terkait dengan proses pembelajaran tatap muka terbatas yang akan di berlakukan di SMPN 7 Ambon, maka ada syarat yang telah di keluarkan oleh Pemerintah Kota Ambon yaitu jumlah peserta didik yang sudah di Vaksin harus mencapai 80 persen dan jumlah pendidik yang sudah di Vaksin harus mencapai 100 persen, dari dua syarat yang di pakai sebagai ukuran protokol kesehatan, maka SMPN 7 Ambon sudah memenuhi persyaratan untuk proses pembelajaran tatap muka terbatas, namun proses pembelajaran tatap muka terbatas masih menunggu arahan lebih lanjut dari Pemkot Ambon.
“Kesiapan SMPN 7 Ambon terkait proses pembelajaran tatap muka terbatas ini, maka semua sarana prasarana (ruang belajar) dan perangkat penunjang lainnya telah di persiapkan dengan baik, untuk ruang belajar telah di persiapkan untuk tatap muka terbatas dengan jumlah siswa didik 15 orang per ruang, dan akan dilakukan dalam dua sesi pertemuan, sehingga tidak terjadi penumpukan siswa dalam proses pembelajaran terbatas ini,”pungkasnya dengan optimis.
Kedepan, Kepala Sekolah berharap kondisi ini dapat cepat pulih dan proses belajar mengajar bisa berjalan normal kembali, sehingga dapat membentuk siswa yang berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun bidang olahraga dan seni.
Ditempat yang sama pula, salah seorang pendidik Anton Anakotta, S.Pd mengatakan, kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh SMPN 7 Ambon, di bidang olahraga khususnya sepakbola, mereka melakukan bekerja sama dengan beberapa pelatih dan melibatkan perguruan tinggi. Dalam hal ini Universitas Pattimura, terkait dengan sarana lapangan yang dimiliki, dari hasil kerja sama itu, SMPN 7 Ambon bisa meraih prestasi sebagai juara tiga pada turnamen liga pelajar SMP pada tahun kemarin.
Harapan saya selaku seorang pendidik bahwa, untuk dapat meningkatkan prestasi anak didik di masa pendemi Covid-19 ini, perlu ada sinergitas antara pihak sekolah dengan komite sekolah, orang tua siswa, stakholder yang ada, lebih khusus masyarakat lingkaran sekolah, agar SMPN 7 Ambon dapat berprestasi dan menjadi kebanggaan kota ini. (Jerry)

