MASARIKUONLINE.COM, Hingga awal 2026, sebanyak 9.862 pelanggan di berbagai wilayah Kota Ambon kini menikmati layanan air bersih yang lebih stabil dan layak, melalui program yang dijalankan Perumda Tirta Yapono bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengatakan, perluasan layanan air bersih tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
“Air bersih adalah hak setiap warga negara. Pemerintah Kota Ambon berkomitmen memastikan layanan ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh stakeholder, mulai dari Perumda Tirta Yapono, Dinas PUPR, hingga dukungan masyarakat,” ujar Bodewin kepada wartawan di Ambon, Sabtu (3/1/2026).
Selain menambah jumlah pelanggan, Pemkot Ambon juga melakukan rehabilitasi jaringan perpipaan sepanjang 5.305 meter. Perbaikan ini difokuskan pada jaringan pipa lama yang mengalami kerusakan dan kerap menimbulkan kebocoran maupun gangguan pasokan air.
Menurut Bodewin, rehabilitasi jaringan menjadi langkah krusial untuk memastikan distribusi air berjalan optimal dan efisien.
“Dengan infrastruktur yang baik, pasokan air bisa lebih stabil dan kerugian akibat kebocoran dapat ditekan. Ini penting untuk efisiensi pengelolaan sumber daya air,” jelasnya.
Tak hanya itu, penggantian pompa air juga dilakukan di enam titik strategis yang menjadi pusat distribusi air ke wilayah-wilayah sekitar. Pompa lama diganti dengan peralatan baru yang lebih modern dan hemat energi guna meningkatkan kapasitas pasokan serta meminimalkan risiko gangguan layanan.
Pada tahap awal perluasan layanan, tercatat 254 pelanggan baru telah resmi terlayani di sejumlah wilayah, antara lain Passo, Halong Baru, dan Kudamati Atas. Wilayah-wilayah tersebut sebelumnya masih mengalami keterbatasan akses air bersih dari jaringan resmi.
“Selama ini, banyak warga terpaksa mengandalkan sumber air alternatif yang belum tentu memenuhi standar kesehatan. Dengan layanan resmi, kualitas air lebih terjamin,” kata Bodewin.
Ke depan, Pemkot Ambon menargetkan cakupan layanan air bersih mencapai 90 persen pada tahun 2028. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah akan terus melakukan evaluasi, pemetaan wilayah yang belum terlayani, serta menyelesaikan berbagai hambatan teknis dan administratif.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak. Partisipasi masyarakat juga penting, terutama dalam menjaga dan memelihara infrastruktur air bersih agar manfaatnya berkelanjutan,” pungkasnya.
Selain pembangunan fisik, Pemkot Ambon juga merencanakan program edukasi dan penyuluhan terkait penggunaan air secara bijak serta pengelolaan limbah air rumah tangga, guna menjaga kelestarian sumber daya air dan lingkungan. (*

