OJK Maluku dan UIN Ambon Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa, Siapkan SDM Unggul di Era Digital

oleh -661 Dilihat

MasarikuOnline. Com, Ambon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperluas sinergi dengan dunia pendidikan dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, bersama Rektor UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Dr. Abidin Wakano, menggelar pertemuan strategis pada 19 Mei 2026 untuk membangun kolaborasi yang lebih erat dalam penguatan edukasi keuangan bagi mahasiswa.

Langkah ini dinilai penting mengingat mahasiswa merupakan kelompok yang akan menjadi motor penggerak ekonomi masa depan. Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, investasi, hingga pemanfaatan layanan keuangan yang aman menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat diimplementasikan melalui program edukasi keuangan, seminar, kuliah umum, hingga kegiatan literasi keuangan yang melibatkan civitas akademika UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan strategi penting untuk meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki peran besar dalam mendorong peningkatan literasi keuangan di lingkungan masyarakat. Karena itu, OJK terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi agar pemahaman mengenai produk dan layanan jasa keuangan yang legal, aman, dan bermanfaat dapat menjangkau lebih banyak kalangan,” ujar Haramain.

Menurutnya, penguatan literasi keuangan tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap sektor jasa keuangan, tetapi juga membentuk perilaku keuangan yang sehat sehingga generasi muda mampu mengambil keputusan finansial secara bijak.

“Di era digital saat ini, tantangan yang dihadapi masyarakat semakin kompleks, termasuk maraknya investasi ilegal dan berbagai bentuk penipuan keuangan. Melalui kerja sama dengan kampus, kami berharap mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengenali risiko dan memanfaatkan layanan keuangan secara optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Dr. Abidin Wakano, menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut. Ia menilai peningkatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam membekali mahasiswa menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Pertemuan ini juga menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan program literasi dan inklusi keuangan dengan visi akademik kampus dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital.

Melalui sinergi antara OJK dan perguruan tinggi, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik yang kuat, tetapi juga kecakapan finansial yang memadai untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah maupun nasional. (**)