Gandong Empat Negeri,Boi, Aboru, Kariuw, Hualoy Menyampaikan 7 Tuntutan Di DPRD Maluku

oleh -2032 Dilihat

Masariku.Com, Ambon-Aksi damai yang dilakukan oleh pemuda dan pemudi persekutuan gandong Boi, Aboru, Kariuw dan Hualoy (BAKH), dengan kordinator lapangan Kamarudin Tubaka dan Roymansye Leatomu, yang memulai titik kumpul di lapangan merdeka Ambon, Rabu (9/2/2022), pukul 09.00 wit.

Aksi damai yang berjumlah ratusan orang itu mengenakan pakaian kaos hitam dengan kain berang di kepala dan kain gandong.Mereka memulai aksi damai di kantor Gubernur Maluku dengan menyampaikan orasi dan tuntutan, namun tidak ada Pejabat (Gubernur/Wagub) yang keluar menemui para aksi damai mereka.

Aksi damai mereka lanjutkan ke Kantor Polda Maluku, namun keinginan mereka untuk bertemu dengan Kapolda Maluku tidak terealisasi di karenakan ada kesibukan, dan mereka juga menolak untuk bertemu dengan pejabat tinggi Polda Maluku lainnya.

Mereka lanjutkan aksi damai dengan berjalan kaki ke Kantor DPRD Maluku, dan bertemu langsung dengan Ketua DPRD Maluku Lucky Watimury di halaman kantor DPRD.Dalam aksi damai di kantor DPRD Maluku, ratusan pemuda dan pemudi BAKH menyampaikan 7 tuntutan sebagai berikut:

pertama, mendesak Pemprov Maluku dan Pemkab Malteng untuk segera memulangkan masyarakat negeri Kariuw ke negerinya, paling lambat bulan Maret 2022.

Kedua, mendesak Kapolda Maluku dan Pangdam Pattimura untuk mendirikan pos parmanen di perbatasan antara negeri Kariuw dan Ory dan perbatasan antara negeri Kariuw dan Pelauw.

Ketiga, mendesak Pemprov Maluku dan Pemkab Malteng untuk segera membangun kembali rumah-rumah masyarakat negeri Kariuw yang terbakar saat terjadi penyerangan oleh Dusun Ory dan negeri Pelauw pada tanggal 26 Januari 2022.

Keempat, mendesak Kapolda Maluku untuk segera menangkap oknum pembacokan warga Kariuw yang terjadi pada tanggal 25 Januari 2022.

Kelima, mendesak Kapolda Maluku untuk segera menangkap pelaku penyerang dan pembakaran rumah warga dan dua gereja di negeri Kariuw.

Keenam, mendesak Kapolda Maluku untuk melakukan evaluasi terhadap Kapolsek dan Kanit Intel Polsek Pulau Haruku yang di duga terlibat dalam insiden di negeri Kariuw.

Ketujuh, mendesak aparatur negara, TNI-POLRI untuk melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap masyarakat Ory dan Pelauw terkait penggunaan senjata api, dan segera menangkap oknum-oknum yang sengaja menggunakan senjata api tanpa izin.

Roymansye Leatomu selaku koordinator aksi sangat berharap kepada Ketua DPRD Maluku untuk dapat merespon dan menindak lanjuti tuntutan aksi damai Pemuda-Pemudi BAKH ini.

Ketua DPRD Maluku, Lucky Watimury saat mendengar tuntutan aksi damai itu mengatakan, masyarakat negeri Kariuw tidak sendiri, ada kami DPRD Maluku, kami akan berkoordinasi dengan Pemprov Maluku dan Pemkab Malteng, serta Polda Maluku dan Pangdam Pattimura untuk membahas semua hal yang menjadi kebutuhan masyarakat negeri Kariuw untuk secepatnya kembali ke negerinya. (JR**)