DPRD Maluku Kritik Keras Kadis Pariwisata, Kalender Event Tak Ada hingga Gagal Masuk Nasional

oleh -820 Dilihat

MasarikuOnline. Com, Ambon – Potensi pariwisata Maluku yang kaya akan keindahan alam, budaya, dan sejarah dinilai belum dikelola secara serius oleh Pemerintah Provinsi Maluku. Mirisnya, hingga kini Maluku belum masuk dalam Kalender Pariwisata Nasional, bahkan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku disebut tidak memiliki kalender pariwisata daerah sebagai acuan event tahunan.

Kondisi tersebut menuai kritik keras dari Sekretaris Komisi IV DPRD Maluku, Wellem Kurnala. Ia menilai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Achmad Jais Ely, tidak kompeten dan tidak menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan sektor pariwisata di daerah kepulauan itu.

Menurut Kurnala, keberadaan kalender pariwisata tahunan merupakan hal mendasar jika Maluku ingin mendorong event-event daerah agar diakui dan masuk dalam kalender pariwisata nasional.

“Kalau mau masuk dalam kalender pariwisata nasional, harus ada kalender tahunan pariwisata Maluku. Sampai sekarang itu tidak ada sama sekali. Ini menandakan tidak ada keseriusan,” tegas Kurnala, Senin (15/12/2025).

Ia menyayangkan lemahnya perencanaan dan arah kebijakan pengembangan pariwisata di Maluku, padahal daerah tersebut memiliki gugusan pulau dengan panorama laut yang indah, tradisi budaya yang masih hidup, serta warisan sejarah yang bernilai tinggi.

Tak hanya itu, Kurnala juga menyoroti buruknya komunikasi dan koordinasi antara Dinas Pariwisata Provinsi Maluku dan DPRD. Ia mengungkapkan bahwa Komisi IV DPRD Maluku telah berulang kali mengundang Kepala Dinas Pariwisata untuk rapat bersama membahas pengembangan sektor pariwisata, namun undangan tersebut tidak pernah dihadiri.

“Kami ajak rapat bersama Kepala Dinas Pariwisata, tetapi yang bersangkutan tidak pernah hadir. Bagaimana mau membangun pariwisata Maluku jika komunikasi dan koordinasi saja tidak berjalan,” ujarnya.

Kurnala menegaskan, kondisi ini sangat disayangkan karena sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Maluku segera melakukan evaluasi serius terhadap kinerja Dinas Pariwisata, agar potensi besar pariwisata Maluku tidak terus terabaikan dan dapat dikelola secara profesional, terarah, dan berkelanjutan.

“Maluku punya segalanya untuk jadi destinasi unggulan nasional. Yang kurang hanya keseriusan dan manajemen yang baik,” pungkasnya. (**)