MasarikuOnline.com, Ambon – Dinas Sosial Kota Ambon dalam tahun anggaran 2022, kembali melakukan program pembagian alat-alat bantu (alat pendengar, tongkat, dan kursi roda) dan sembako untuk anak-anak disabilitas di wilayah kota Ambon
Bantuan tersebut di berikan langsung kepada anak-anak disabilitas sesuai dengan data yang di verifikasi, demikian yang sampaikan Asriati, Kepala Seksi Rehabilitasi Anak dan Lansia Dinas Sosial Kota Ambon saat di wawancarai media ini di sela pembagian bantuan di SLB Pelita Kasih Desa Rumahtiga, kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Jumat (09/09/2022)
Asriati menjelaskan, bantuan alat-alat bantu (alat pendengar, tongkat dan kursi roda) dan sembako ini merupakan program Dinas Sosial Kota Ambon dalam tahun anggaran 2022 yang disalurkan khusus bagi anak-anak disabilitas yang berada di wilayah kota Ambon.
“Ini dikhususkan bagi anak-anak disabilitas yang ada di kota Ambon, supaya mereka dapat melakukan segala aktivitas mereka dengan baik.” jelasnya
Diakui Asriati, memang belum semua anak-anak disabilitas di kota Ambon mendapat bantuan ini, hal ini disebabkan anggaran yang dialokasikan secara bertahap.
“Data anak-anak disabilitas di kota Ambon telah ada pada kami, hanya saja keterbatasan anggaran yang dialokasikan secara bertahap, jadi belum semua mereka kami berikan.” tuturnya
Adapun bantuan yang diberikan berupa alat-alat bantu yaitu alat bantu pendengaran, kursi roda dan tongkat yang semuanya berjumlah 23 paket, sedangkan untuk sembako ( berbagai macam jenis makanan) berjumlah 75 paket
Asriati berharap, bantuan yang diberikan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, sekaligus dapat menunjukkan segala aktivitas mereka.
Ditempat yang sama, Kepala SLB Pelita Kasih, Wem Narua menyampaikan terimakasih atas bantuan yang diberikan kepada anak-anak disabilitas yang ada di SLB ini, kami berharap kepada Pemerintah Kota Ambon maupun Pemerintah Propinsi Maluku atau pihak-pihak terkait untuk bisa melihat keberadaan anak-anak disabilitas ini, teristimewa kebutuhan pendidikan mereka.
” Anak-anak yang kami didik di SLB Pelita Kasih ini berjumlah 42 siswa/siswi, yang tentunya sangat membutuhkan perhatian khusus, oleh karenanya kami berharap Pemerintah Daerah maupun pihak-pihak terkait dapat memperhatikan anak-anak ini dari sisi pendidikan mereka.” harap Narua. (JR)

