5 Dari 8 orang korban Tenggelamnya KM. Sweet di Laut Banda Berhasil Ditemukan

oleh -2814 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Ambon – Upaya Pencarian Kapal Motor Ikan (KM.Sweet) dihari ketiga alhamdulillah membuahkan hasil. Demikian rilis yang diterima media ini dari Basarnas Ambon, pada Rabu (13/03/2024).

Menggunakan RBB Basarnas Ambon, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud Polda Maluku, dan Keluarga korban kembali melanjutkan Operasi Pencarian delapan orang ABK KM.Sweet yang masih hilang di perairan laut Banda.

Beberapa titik koordinat pun dilalui tim sar gabungan guna melakukan Ops Pencarian korban. Pukul 09.10 wit, Basarnas Ambon melakukan koordinasi dengan SROP Ambon guna memapelkan informasi kecelakaan ini terhadap kapal-kapal yg melintasi di sekitar perairan laut Banda.

Upaya pencarian korban serta lintas koordinasi antar unsur terkait terhadap pencarian delapan orang ABK KM.Sweet, alhamdulillah menemukan titik terang. Sekitar pukul 19.00 wit, Comm Centre Basarnas Ambon menerima informasi dari Bpk Matheus (pengurus kapal) melaporkan bahwa, pada pukul 17.35 wit, lima orang ABK KM.Sweet berhasil ditemukan oleh Kapal KM.Yondri 03 di perairan laut banda -+ 35 NM dari Pulau Seram Bagian Timur. Kelima korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi keatas Kapal KM.Yondri guna mendapatkan perawatan. Sementara tiga korban lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arif Anwar menjelaskan ” Lima orang ABK KM.Sweet tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dihari ketiga pencarian dan sudah dievakuasi oleh kapal KM.Yondri. sementara kapal lego jangkar menunggu pagi untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Ambon. Upaya pencarian dihentikan sementara menunggu besok, guna melanjutkan Ops Pencarian terhadap tiga korban yang masih dinyatakan hilang. Ujarnya”

Sebelumnya, kapal naas tersebut bertolak dari Pulau Banda Neira tujuan Dermaga Perikanan, Desa Tantui, Kota Ambon. Namun sesampainya -+ 10 NM dari perairan Negeri Seri, Kota Ambon, kapal dihantam gelombang mengakibatkan rusak badan kapal hingga tenggelam. (**)