MasarikuOnline.Com, Ambon – Kepala Dinas Dikbud Provinsi Maluku, Dr.Ir.Insun Sangaji M.Si, yang diwakili salah satu pejabat, SJANE, E.LLMOLY, meresmikan penggunaan, Sudio Digital, SMA Negeri 6 Ambon yang berada dikawasan desa Amahusu, kecamatan Nusaniwe, kota Ambon, Senin 4 Nopember 2024.
Dalam sambutannya Kadis Dikbud Provinsi Maluku mengatakan, keberadaan studio atau sanggar di satuan pendidikan, bertujuan meningkatkan, mutu pendidikan yang berpola pada pembelajaran aktif, kreatif, efektif, inovatif dan menyenangkan. Dengan mengacu pada kurikulum Nasional.
Untuk itu Studio Digital SMAN 6, yang pembangunannya baik sarana, prasarana serta anggarannya dibantu bahkan ditanggung sepenuhnya pihak Indosat Ooredoo Hetchison (IOH) hari ini Senin 4 Nopember 2024 diresmikan penggunaannya.
Sementara itu ditempat yang sama, Direktur dan Chief Human Resource Offcer Indosat, Irsyad Sahroni, mengatakan, Inisiatif Kami bukan sekedar membangun Studio Digital, dengan seluruh peralatannya, namun lebih dari itu bagaimana menciptakan peluang bagi generasi muda untuk berkembang dalam lingkungan pembelajaran, yang moderen,dan ramah lingkungan, yang didalamnya karyawan juga berperan penting dalam mewujudkan Inisiatif ini, menjadi kenyataan. Irsyad Sahroni mengharapkan dengan adanya fasilitas Studio Digital, yang dimiliki SMAN 6 Ambon, dapat membantu menghasilkan Konten Kreatif guna Kompetisi Nasional, yang membangkitkan aspirasi menuju karier di bidang Madia Digital serta pembuatan Konten Kreatif, tutup Irsyad Sahroni.
Sementara itu ditempat terpisah wawancara dengan Kepsek SMAN 6 Ambon. Wim. Mapussa.S.Pd, M.Pd, yang mengatakan, dengan adanya Studio Digital kiranya para guru, peserta didik bahkan semua pihak yang berada di persekolahan SMAN 6 Ambon dapat memanfaatkan secara maksimal, Seirama kurikulum yang berlaku, yakni, Proyek, Penguatan, Profil, Pelajar Panca Sila, (P5). Selain itu pemeliharaannya perlu diperhatikan.
Menurut Mapussa, Studio Digital yang dibangun Indosat dan berada di-SMA. 6 Ambon dengan anggaran yang cukup besar, sekitar 350 juta rupiah, yang dibangun dari bahan daur ulang, satu-satunya yang berada di-Maluku bahkan di- Indonesia Timur. Diharapkan pemanfaatannya diatur dan digunakan secara baik, tutup Mapussa. (**)

