Panen Padi Unggul Sinar Mentari di Waihatu, Pangdam XV/Pattimura Dorong Swasembada Pangan di Maluku

oleh -1811 Dilihat

MasarikuOnline.Com, SBB — Kodam XV/Pattimura bersama kelompok tani Karya Bhakti memanen padi unggul varietas Sinar Mentari di lahan percontohan (demplot) seluas 1 hektare di Desa Waihatu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Senin (2/6/2025).

Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, hadir langsung memimpin kegiatan panen perdana ini. Ia menyampaikan optimisme terhadap potensi varietas padi unggul tersebut untuk mendukung kemandirian pangan di wilayah Maluku, khususnya Saka Mese Nusa.

“Dengan bibit biasa hanya sekitar 6 ton per hektare. Tapi dengan padi Sinar Mentari, hasilnya bisa mencapai minimal 8 ton per hektare. Satu batang bahkan bisa menghasilkan hingga 300 bulir,” ujar Putranto di sela-sela panen.

Meski masih dalam tahap uji coba, hasil panen awal menunjukkan produktivitas yang menjanjikan. Pangdam menyatakan pihaknya akan menyampaikan laporan kepada Mabes TNI sebagai dasar pengembangan lebih lanjut dan pengadaan bibit dalam jumlah besar bagi para petani.

Ia menambahkan, sebagian hasil panen tidak akan langsung dikonsumsi, melainkan disiapkan sebagai bibit untuk masa tanam berikutnya. Hal ini telah dikoordinasikan bersama Dandim 1513/SBB dan kelompok tani setempat.

“Petani sangat puas. Bahkan mereka meminta tambahan stok bibit unggul ini. Artinya, ada harapan besar untuk ekspansi areal tanam di SBB,” tambahnya.

Pangdam juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat untuk memperkuat sektor pertanian demi terwujudnya swasembada pangan di Maluku.

“Kalau kita bersatu membangun sektor pertanian, kita bisa mewujudkan swasembada pangan di Saka Mese Nusa,” tegasnya.

Panen perdana ini turut dihadiri oleh Sekda SBB Alvin Leverne Tuasuun, Kapolres SBB AKBP Andy Zulkifli, Plt. Kajari SBB Bambang Heripurwanto, Dandim 1513/SBB Kolonel Inf. Rudolf G. Paulus, Kepala Desa Waihatu, serta tokoh masyarakat dan kelompok tani setempat.

(**)