MasarikuOnline. Com, Ambon – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Andi Muhammad Jusuf, mengungkapkan sejumlah agenda edukasi keuangan yang akan digelar sepanjang semester II tahun 2025. Agenda ini disampaikan dalam kegiatan OJK Maluku Bastori bersama insan pers di Maluku yang digelar di Restoran Apong, Kota Ambon, Selasa (29/7/2025).
Dalam pemaparannya, Andi menyebut edukasi literasi keuangan akan dilakukan secara menyeluruh dan menyasar berbagai kelompok strategis, mulai dari ASN hingga masyarakat di daerah kepulauan.
“Semester dua ini kami akan fokus memperluas jangkauan edukasi keuangan. Targetnya menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, aparatur sipil negara (ASN), pemuka agama, hingga warga di wilayah kepulauan,” jelas Andi.
Beberapa agenda utama yang direncanakan OJK Maluku antara lain:
Training of Trainers (ToT) untuk Kwartir Daerah Pramuka Maluku,
ToT bagi para Pemuka Agama Kristen di Maluku,
Edukasi keuangan kepada ASN se-Kota Ambon,
Edukasi keuangan kepada pelajar dan mahasiswa di Kota Ambon,
Edukasi keuangan untuk masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku Tenggara, dan Kota Tual.
Tak hanya itu, OJK Maluku juga telah menjadwalkan gelaran Bulan Inklusi Keuangan yang akan berlangsung pada Oktober 2025 mendatang. Kegiatan ini direncanakan dipusatkan di Kota Ambon, dan akan menggandeng lembaga jasa keuangan serta komunitas lokal.
“Seluruh kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Maluku. Kami percaya, dengan pendekatan kolaboratif, masyarakat akan lebih memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat,” ujar Andi.
Andi juga menegaskan bahwa OJK tidak hanya ingin hadir sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam mencerdaskan masyarakat secara finansial. “Peningkatan literasi adalah kunci untuk melindungi masyarakat dari praktik keuangan yang merugikan seperti pinjaman online ilegal dan investasi bodong,” tambahnya.
Rangkaian edukasi ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat Maluku yang semakin melek keuangan dan mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak. (**)















