MUSORKAB KONI SBB DI SKORSING, BUTUH KETUA YANG PEDULI OLAHRAGA

oleh -8561 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Kairatu – Musyawarah Olahraga Kabupaten (MUSORKAB) KONI Seram Bagian barat, Berlangsung pada hari Jumat 27/12/2024 di Kairatu Beach tanpa Calon Ketua.

Padahal tujuan dari MUSORKAB ini yaitu untuk memilih Ketua Umum KONI Kabupaten Seram Bagian Barat periode 2025-2029 guna menjalankan kembali roda organisasi KONI Seram Bagian Barat sebagaimana yang di harapkan untuk kemajuan Olahraga di kabupaten Seram Bagian Barat.

Akan tetapi berdasarkan laporan Tim Penjaringan Calon Ketua Umum KONI SBB sebagaimana yang dibacakan oleh Andre De Fretes, bahwa TIM telah bekerja maksimal untuk menyebarkan informasi, Baik di media sosial maupun secara pribadi di WA akan tetapi hingga batas waktu yang ditetapkan tidak ada satupun yang ingin mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Umum KONI SBB.

hal ini tentu tidak terlepas dari lika liku KONI SBB selama ini, Sebagaimana yang di Sampaikan dalam sambutan PLT Ketua KONI Fredy Pentury, Bahwa selama ini KONI sangat kesulitan untuk menjawab segala tantangan yang ada di setiap Cabor dalam proses pembinaannya, sehingga Kerja KONI selama Dirinya Menjabat Hanya sekedar Pemberi Apresiasi saja, Karena Walaupun KONI tidak mampu secara Maksimal memberikan Suport bagi Pengcab namun mereka tetap Konsisten dan pantang menyerah untuk Mengharumkan nama SBB di level Provinsi Bahkan Nasional.

KONI SBB perlu di lihat Serius oleh para pengambil Kebijakan di SBB ini, serta memiliki Kepedulian tinggi bagi Olahraga karena jika tidak demikian maka, Realita yang terjadi akan terus berlanjut dan Nasib olahraga di SBB akan menjadi Buruk, Ujar Pentury.

Dianggap Tujuan dari Musyawarah ini Belum terwujud maka, Forum Mengambil keputusan bersama untuk Sidang di Skorsing dan membentuk TIM Loby agar dapat bergerak secepat mungkin untuk mencari Calon Ketua Umum KONI SBB paling lambat 7 Hari kerja.

Jemi Putirulan Selaku Pimpinan Sidang Membenarkan Hal tersebut, Bahwa jika tidak demikian Maka Musyawarah Ini tidak ada Hasilnya, Sehingga Sidang belum bisa ditutup, hanya di skorsing sambil menunggu hasil kerja dari TIM Loby yang telah dibentuk saat Musyawarah berlangsung. (**)