MasarikuOnline.Com, Ambon – Konflik antara Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) dan masyarakat adat Negeri Passo terkait kepemilikan Gereja Menara Iman semakin memanas. Masyarakat adat melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Sinode GPM pada Senin (3/02/2025) menentang rencana eksekusi gereja tersebut, yang dianggap sebagai aset milik mereka.
“Kami memperingatkan bahwa jika eksekusi tetap dilanjutkan, kami akan mengambil kembali seluruh aset GPM yang ada di atas tanah adat kami,” ujar salah seorang peserta unjuk rasa.
Mereka juga mengecam keras tindakan Sinode GPM yang dianggap pertama kalinya dalam sejarah gereja di Maluku melakukan eksekusi terhadap rumah ibadah. Mereka berharap melalui dialog yang lebih intens antara masyarakat adat dan pihak Sinode GPM, penyelesaian damai dapat tercapai untuk menghindari ketegangan lebih lanjut.
“Kami mengajak agar seluruh pihak bersatu kembali dalam semangat kebersamaan demi membangun pelayanan gereja yang lebih baik,” tutur Maspaitella
Ia juga mengklarifikasi bahwa eksekusi yang dimaksud bukan berupa perobohan bangunan gereja, tetapi lebih kepada penegasan kepemilikan gedung sesuai dengan keputusan hukum yang berlaku.
Maspaitella berharap melalui dialog yang terus dijalin antara pihak gereja dan masyarakat adat, sebuah solusi terbaik dapat ditemukan.
“Semoga upaya mediasi antara kedua pihak, diharapkan dapat memberikan solusi damai dan menghindari ketegangan lebih lanjut,” Pungkasnya. (JR)

