MasarikuOnline.Com, Ambon — Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Maluku secara resmi meluncurkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari percepatan pembangunan ekonomi berbasis desa di Indonesia Timur. Peluncuran yang dipimpin langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT), Yandri Susanto, berlangsung meriah di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (18/6/2025).
Peluncuran ditandai secara simbolis melalui pemukulan tifa, alat musik tradisional Maluku, sebagai simbol semangat gotong royong dan kearifan lokal dalam membangun ekonomi desa. Turut hadir dalam acara ini Wakil Menteri Desa & PDT RI Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk anggota DPR dan DPD RI Dapil Maluku, pimpinan BUMN, tokoh masyarakat, dan para kepala desa se-Maluku.
100% Desa/Kelurahan di Maluku Laksanakan Musyawarah Pembentukan Koperasi
Dalam laporannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan bahwa gerakan percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah menunjukkan hasil signifikan. Hingga pertengahan Juni ini:
Sebanyak 1.235 desa/kelurahan (100%) telah melaksanakan Musyawarah Desa Khusus sebagai dasar pembentukan koperasi.
Sebanyak 534 koperasi telah resmi memiliki akta badan hukum.
Sementara 701 desa/kelurahan sedang dalam proses pengesahan akta pendirian koperasi.
“Ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Maluku untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi,” tegas Hendrik.
Ia berharap koperasi ini menjadi motor penggerak utama perekonomian desa, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat desa.
Menteri Yandri Susanto dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas progres pembentukan koperasi di Maluku. Ia menekankan bahwa koperasi Merah Putih bisa bergerak dalam berbagai bidang usaha yang disesuaikan dengan potensi lokal.
“Namun ada unit usaha wajib yang harus disediakan seperti pupuk, gas elpiji, dan sembako, karena itu kebutuhan pokok masyarakat yang harus terjangkau dan stabil,” ujarnya.
Yandri juga menegaskan bahwa Presiden RI memerintahkan agar koperasi ini tidak hanya dibentuk secara administratif, tetapi juga diberdayakan hingga benar-benar memberi manfaat bagi rakyat di desa.
Pemerintah pusat, kata dia, akan memberikan pendampingan dan pemberdayaan berkelanjutan agar koperasi mampu berkembang secara mandiri dan profesional.
Sementara itu, Anggota DPR RI Dapil Maluku, Widya Pratiwi, menyatakan komitmennya untuk mengawal penuh kebijakan pusat dan menjembatani kepentingan daerah di parlemen.
“Koperasi Merah Putih ini harus jadi solusi ekonomi kerakyatan di desa-desa. Saya siap membantu agar program ini berjalan efektif dan memberi dampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya
Kegiatan ditutup dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) pembentukan koperasi kepada 11 kabupaten/kota oleh Menteri Desa & PDT, serta pemaparan teknis dan sesi dialog bersama peserta dari berbagai lapisan masyarakat desa.
Dengan diluncurkannya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Maluku, pemerintah berharap wilayah ini menjadi percontohan nasional dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas dan gotong royong desa.
“Mari kita bersama wujudkan Indonesia Maju melalui Maluku Maju, Adil, dan Sejahtera, menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Gubernur Hendrik Lewerissa. (**)















