MASARIKU.COM, Keberhasilan suatu daerah merupakan manifestasi dari kerja keras bersama semua komponen yang terbangun atas dasar mencintai daerah nya, hal ini terlihat jelas dari pencapaian keberhasilan yang di peroleh oleh Pemerintah Daerah Maluku, lewat penganugerahan Layanan Investasi Terbaik 2021 oleh Pemerintah Pusat.
Capaian ini adalah prestasi Pemerintah Daerah Maluku, artinya kita telah melakukan Visi besar dari Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yaitu Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan melayani,
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Maluku, Dr. Ir. Suryadi Sabirin, M.Si lewat wawancara dengan MASARIKU.COM di ruang kerjanya, Rabu (01/12/ 2021).
Lanjutnya, dalam menjawab tantangan visi besar di atas, maka Dinas Penanaman Modal dan PTSP diperhadapkan dengan misi yang harus dilakukan yaitu pelayanan kepada masyarakat, birokrasi yang bersih, menciptakan suasana yang kondusif bagi investor dan pelaku usaha dalam melakukan investasi di maluku.
Misi ini dapat terwujud di lakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Maluku dan ini merupakan prestasi pemerintah Daerah Maluku yang patut diberikan apresiasi, tuturnya.
Di tanya tentang kriteria yang di pakai untuk penilaian pelayanan publik, kami di nilai oleh empat Instansi yaitu dari Kementerian Investasi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ombudsman dan KPK, semua penilaian sangat objektif, dan mudah-mudahan di akhir tahun 2021 ini, Maluku memperoleh hasil yang baik.
Tambahnya, Maluku mempunyai empat sektor unggulan yang sangat menjanjikan dan harus benar-benar di genjot untuk menarik investor yaitu sektor perikanan, sektor pertambangan, sektor pertanian khususnya perkebunan dan terakhir sektor pariwisata, empat sektor ini yang termuat dalam RPJMD, yang merupakan peluang Investasi bagi provinsi Maluku.
Cita-cita besar kita mau menjadi Maluku surga bagi para investor dan pelaku usaha, baik itu UMKM maupun pengusaha besar, untuk dapat mewujudkan nya, maka lewat UU Cipta nomor 11 tahun 2020, persoalan perizinan harus murah, cepat, tidak berbelit-belit dan legal, makanya telah di buat sebuah Aplikasi yang bernama “OSS” berbasis resiko, yang mempermudah para pelaku usaha dan investor untuk mengurus perizinannya dengan cepat dan mudah, “imbuhnya.
Untuk menarik investor dan pelaku usaha, kita harus melakukan promosi terhadap empat sektor unggulan dengan cara mempermudah akses dan peluang bagi para penanam modal asing maupun domestik agar mudah di cerna dan di pahami, disamping itu juga kita harus memberikan insentif kepada investor dan pelaku usaha yang salah satu nya menyiapkan lahan kawasan industri, infrastruktur yang tersedia sebagai persaingan kita dengan daerah lain, “ungkapnya.
Di tanya mengenai kendala yang dihadapi, kendala terbesar kita adalah regulasi yang tumpang tindih, regulasi yang belum siap tentang tata guna lahan dan tata ruang.
Terkait dengan target yang akan di lakukan di tahun 2022, kita akan mendorong Maluku sebagai lumbung ikan nasional, pembangunan new port, dan pembangunan kawasan industri terpadu di daerah new port, di akuinya bahwa semuanya ini tidak ada anggaran dari APBN, tetapi kita akan menawarkan kepada investor asing maupun lokal, jelasnya.
Disampaikan harapan bahwa, tugas kita adalah membangun sinergitas antara pusat dan daerah, dalam hal ini Kadin Pusat, untuk menyakinkan para investor dan pelaku usaha agar mereka dapat menanam modal di provinsi Maluku, tutupnya di akhir wawancara. (J**)

