Implementasi kurikulum Merdeka, SD Inpres 24 Ambon Gelar Karya Peserta Didik

oleh -470 Dilihat

MasarikuOnline.com, Ambon, Sekolah Dasar Inpres 24 Ambon Melaksanakan Gelar Karya anak didik dengan Thema” Merajut Tenun Dalam Berbagai karya”pada  Sabtu (01/07/2023).

Acara gelar karya tersebut di hadiri oleh,Ketua DPRD Kota Ambon, Kadisdik Kota Ambon, Ferdinand Tasso, para kepala sekolah segugus 5 kecamatan Sirimau, Bapak Ibu pengawas TK ,dan SD, Ketua Komite SD Inpres Bapak Jelly Toisutta bersama pengurus komite, Rohaniawan Dan Bapak Ibu mantan kepala sekolah SD Inpres 24 bersama para purna yang berasal dari SD Inpres 24 yang, para alumni SD Inpres 24 Ambon serta para tamu undangan lainnya.

Kadisdik dalam sambutannya yang di maknai  adalah , SD Inpres 24  di tahun ajaran yang baru akan  menerapkan implementasi kurikulum merdeka dengan tahapan pada mandiri berubah artinya sekolah ini kedepan akan menerapkan prinsip prinsip dari kurikulum merdeka.

Yang bermanfaat pada P5 atau project penguatan profil pelajar pancasila yang memiliki 6 dimensi yang akan di bangun dalam penguatan karkter anak.

Acara di buka dengan ungkapan Sekapur siri Ketua DPRD Kota Ambon,Elly Toisutta, memberi apresiasi yang dalam bagi SD Inpres 24 Ambon, menurutnya sesuatu yang terbaik di lakukan sekarang akan menjadi hal indah yang akan di kenang selalu oleh anak anak ini,serta Ia akan selalu memperhatikan SD Negeri 24 ini dan juga sekolah yang lain di kota Ambon dalam hal ini menyangkut pembiayaan untuk menumbuhkan kreatifitas anak dalam menopang kurikulum pembelajaran ke depan. Selesai dengan ucapan sekapur sirih, maka acara Gelar karya resmi di buka dengan tanda pemukulan tifa.

Di tempat yang sama Usai kegiatan kepada media ini ,perwakilan alumni sekaligus sebagai Ketua Komite SD Inpres 24 Ambon,Jelly Toisutta mengatakan,kegiatan yang sunggu fantastis di hari ini adalah kerja keras dari semua pihak,baik sebagai komite, guru,siswa dan orang tua murid.

Sebagai Komite yang berperan aktif dalam menopang sekolah ini, dapat saya Jelaskan bahwa dalam karya anak di sekolah manapun pasti ada keterlibatan orang tua ,namun keterlibatan orang tua bagi Anak anak di SD Inpres 24 ini Hanya Dua orang tua sebagai sebagai Pelatih, yang di pakai membantu Kepala Sekolah untuk melatih Anak anak ini, maka di harapkan Jangan ada kekeliruan dalam berucap,Sekali lagi Saya tekankan,” orang tua yang kami libatkan hanya sebagian tenaga Pelatih.” dan Karya itu milik Anak .

Tidak dapat di pungkiri kalau anak anak pada SD Inpres 24 Ini dapat menghasilkan Karya yang terbaik setandingi Karya orang dewasa, karna mereka belajar melakukan Karyanya dengan Tekun, dan atas inisiatif saya agar hasil karya anak di saat ini kita lelang,agar apabila ada yang ambil berarti membangkitkan semangat anak serta memotivasi anak untuk lebih giat lagi melakukan hasil karya mereka.

Bukan kita mencari dana di saat gelar karya ini,tetapi ini adalah inisiatif saya sebagai ketua komite dan tujuan utama kita lelang hasil karya anak ini agar mereka juga bisa melihat bahwa ada nilai jualnya,dan kelak ketika mereka melakukan hal ini sebagi usaha menciptakan lapangan kerja sendiri,maka karya tenun ini sudah bisa dijadikan dasar untuk berpijak ke depan,ungkapToisuta.

Kami masih punya tanggung jawab besar yang harus di selesaikan yaitu ruang IT pada SD Inpres 24 Ambon ini yang belum siap dan masih menjadi PR bagi kita komite dan pihak Sekolah ,perlu di ketahui bersama bahwa sampai dengan terselenggaranya hasil karya ini,mengeluarkan dana yang sangat besar,tetapi kami dari pihak komite dan Sekolah tidak pungut biaya dari orang tua murid ,kami tidak pernah membebani biaya apapun kepada orang tua murid, hingga terselenggaranya acara gelar karya yang luar biasa dan sangat fantastis ini,”tegas Toisutta

Di tempat yang sama ,sebagai Kepala Sekolah SD Inpres 24 Ambon mengatakan kepada kepada media,bahwa gelar karya ini bukan hal yang biasa dan memakan anggaran cukup besar jika di hitung , karena benang untuk karya tenunan yang kami beli cukup mahal dan ketika anak dalam proses latihannya jika benang itu rusak maka di buang, jika rusak lagi di buang lagi dan begitu seterusnya sampai anak anak itu mahir sendiri,orang tua murid hanya mendampingi dalam hal membantu saya sebagai kepala sekolah untuk mengajarkan mereka untuk melakukan prakarya itu ,tetapi hasilnya adalah hasil karya anak.

SD Inpres 24 tidak menurunkan pelatih , karena kepala sekolah dan dua orang guru bersama orang tua pengrajin yang melatih anak anak ini sendiri,sebab karya tenun ini membutuhkan anggaran yang sangat besar , maka dengan pengetahuan yang di miliki oleh kami maka kami tidak lagi membayar pelatih dari luar ,kami sendiri yang melatih mereka sampai mereka mahir benar.

Dan hasil dari anak anak kerja sendiri kami mempunyai Vidio yang tidak sempat kami tampilkan pada pagelaran ini ,tetapi akan kami tampilkan pada pagelaran berikutnya untuk di ketahui sejelas jelasnya biar bukti yang berbicara, dan hasil karya anak anak ini kami kumpul terus sampai pada saat padelaran ini kami tampilkan semua karya mereka dari bahan dasar tenun di rajut menjadi anting, menjadi beraneka tas dari tas yang kecil sampai besar, di jadikan anting , mainan kunci dan sebagainya dari bahan dasar tenun.

Pagelaran ini saya melatih anak merajut tenun dan karya karya mereka dari tenun karena kain tenun lebih dimaknai sebagai penegas identitas kultural daripada fungsi sakral. Kain tenun sendiri banyak digunakan oleh para tokoh terkemuka dan pejabat,serta tenun mempunyai banyak nilai yang terkandung di dalamnya, ada nilai yang indah, mempunyai nilai jual yang cukup fantastis maka saya melatih anak anak saya untuk menenun sejak usia dini, agar besar nanti mereka sdh bisa melakukanya dengan menciptakan lapangan kerja sendiri.
Kain tenun merupakan salah satu produk kebudayaan Indonesia yang proses pembuatannya sarat dengan kearifan lokal, dan saya mengakui bahwa kita di Indonesia memiliki beragam jenis kain tenun maka gelar karya kali ini saya laksanakan sesuai Thema yang ada dan untuk kali berikut akan kita sesuaikan Thema dari kota Ambon. tuturnya.

Harapan saya semoga ada Perhatian dari Pemerintah Kota Ambon terhadap lembaga pendidikan SD Inpres 24 Ini, Karna Anak anak Bersekolah hanya Pada tiga ruangan kelas kalau bisa ada penambahan ruangan kelas untuk proses belajar anak lebih maksimal dan baik ke depan untuk masa depan emas yang akan mereka capai.” Tutup Dasfordate. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.