Gubernur Maluku Tanam Kopi Liberika di SBT, Dorong Komoditas Lokal Jadi Primadona Baru

oleh -1728 Dilihat

MasarikuOnline .Com, SBT – Pemerintah Provinsi Maluku mendorong kebangkitan ekonomi desa lewat pengembangan komoditas kopi. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memimpin langsung kegiatan penanaman kopi jenis Liberika dan penyerahan bantuan pertanian di Desa Salagor Kota, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Senin, 21 Juli 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program nasional penguatan koperasi dan ekonomi rakyat, menyusul peluncuran 80.000 Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto yang diikuti secara daring dari desa tersebut.

“Ini bukan sekadar menanam pohon. Kita menanam harapan, ekonomi baru, dan kebanggaan atas produk lokal yang bisa mendunia,” kata Hendrik dalam sambutannya.

Meski Maluku dikenal luas sebagai penghasil rempah-rempah seperti pala dan cengkeh, Gubernur menekankan bahwa potensi kopi daerah, khususnya jenis Tuni dan Liberika, tak boleh diabaikan. Kedua varietas ini mulai dikenal di kalangan penikmat kopi, meskipun skalanya masih kecil.

“Kopi kini jadi bagian dari gaya hidup. Permintaan tumbuh, kedai kopi berkembang, dan ini peluang bagi kita,” ujar Hendrik.

Ia mendorong Asosiasi Kopi Maluku (Askoma), yang digerakkan oleh kalangan muda, agar terus memperkuat jejaring antara petani dan pasar, serta mengenalkan kopi khas Maluku ke pasar nasional dan global.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan menyerahkan sejumlah bantuan kepada petani. Bantuan meliputi:

1.400 kg pupuk NPK untuk tanaman kopi

5.500 bibit pala dan 5.500 bibit cengkeh dari Dinas Pertanian

2.000 bibit pala dan 2.000 bibit cengkeh tambahan dari Dinas Kehutanan

3 unit alat pengolah biji kopi untuk kelompok tani hutan pemegang izin perhutanan sosial

50 pacul dan 50 linggis untuk petani

Bantuan tersebut disalurkan ke kelompok tani di Desa Salagor, serta desa sekitar seperti Kufar, Kwaos, dan Milana.

Penanaman kopi ini menjadi simbol sinergi antara kebijakan pusat dan inisiatif lokal. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Maya Baby Rampen, Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri, Wakil Bupati Miftah Wattimena, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Pemerintah Provinsi menegaskan komitmen mereka dalam pengembangan komoditas kopi secara berkelanjutan, mulai dari budidaya hingga hilirisasi.

“Kami ingin kopi menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan. Ini bagian dari strategi diversifikasi ekonomi Maluku,” ujar Hendrik.

Kopi Liberika yang ditanam di lahan-lahan desa diharapkan menjadi tonggak bagi transformasi ekonomi lokal di Bumi Raja-Raja, sebutan lain untuk Maluku. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.