Gubernur Maluku: HMI Harus Beri Kontribusi Konkret bagi SDM Indonesia

oleh -1071 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Jakarta — Gubernur Maluku menaruh harapan besar kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk memberi kontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya di wilayah timur Indonesia. Hal ini disampaikan saat membuka Training Raya Tingkat Nasional HMI Cabang Ambon secara daring dari Kantor Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta, Rabu, 30 April 2025.

“HMI adalah organisasi yang serius dalam kaderisasi. Kegiatan pelatihan ini membuktikan bahwa HMI menempatkan pengembangan kader sebagai prioritas utama,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Acara turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, anggota DPRD Kota Ambon, dan Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku.

Dalam arahannya, Gubernur juga menyinggung kondisi global yang tak menentu akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Ia menjelaskan bahwa ketegangan tersebut berdampak langsung terhadap ekspor komoditas unggulan Maluku, seperti udang dan ikan. Kebijakan impor AS yang mematok tarif 32 persen disebutnya menekan ekonomi lokal.

“Pasar Amerika sangat vital bagi produk laut Maluku. Kebijakan ini menekan daya saing eksportir kita. Pemerintah kini tengah mencari pasar alternatif,” jelasnya.

Gubernur juga mengkritisi kebijakan penangkapan ikan terukur yang dinilainya merugikan Maluku sebagai provinsi kepulauan. “Kebijakan alih muat di laut harus dikaji ulang. Jika tidak, ekonomi daerah bisa terganggu,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain sektor kelautan, Maluku memiliki potensi besar di bidang pertanian, pertambangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Pulau Seram dan Buru bahkan dirancang sebagai lumbung pangan nasional. Namun, ia menolak eksploitasi hutan secara masif dan menyatakan tak akan memberikan izin HPH (Hak Pengusahaan Hutan).

“Pulau-pulau kita kecil. Kita butuh pembangunan yang ramah lingkungan, beretika, dan menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hutan tropis untuk pengembangan ekowisata.

Dalam sektor pariwisata, Gubernur menyampaikan rencana pembangunan seaplane di Banda sebagai solusi aksesibilitas. “Transportasi harus mendukung kawasan wisata. Tapi stabilitas politik dan sosial tetap menjadi syarat utama,” katanya.

Menutup sambutan, Gubernur berharap peserta training tidak hanya aktif di forum intelektual, tetapi juga menyumbangkan gagasan dan aksi nyata dalam pembangunan SDM.

“Saya bangga dengan HMI. Semoga kader HMI bisa memberi kontribusi yang konkret bagi Indonesia dan Maluku,” pungkasnya. (**)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.