Gedung Gereja Efrata Makariki Diresmikan, Gubernur Maluku: Jadi Simbol Persaudaraan Seiman

oleh -1730 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Amahai – Gedung Gereja Efrata Jemaat GPM Efrata, yang berada di Negeri Makariki, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, resmi diresmikan dan ditahbiskan pada Minggu (1/6/2025). Peresmian ini menjadi momentum penting bagi warga jemaat sekaligus simbol kekuatan iman dan kebersamaan.

Prosesi peresmian diawali dengan pembacaan serta penandatanganan Berita Acara Penyerahan Gedung Gereja, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. E. Maspaitella, dan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Acara dilanjutkan dengan pembukaan selubung papan nama, pengguntingan pita oleh Pdt. Dessy A/Maspaitella, hingga penyerahan kunci serta pembukaan pintu gereja secara simbolis.

Peresmian ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Asisten II Sekda Maluku Tengah, para pimpinan OPD lingkup Provinsi dan Kabupaten Maluku Tengah, anggota DPRD, unsur Forkopimda, kepala-kepala pemerintahan negeri di Kecamatan Amahai, serta para pendeta dan warga jemaat GPM Efrata.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pembangunan Alberth Taribuka menyampaikan bahwa pembangunan gedung gereja telah berlangsung selama lebih dari 12 tahun, sejak peletakan batu pertama pada 27 November 2012. Total biaya yang dihabiskan untuk pembangunan mencapai Rp2,15 miliar, hasil dari kerja keras panitia bersama para pelayan dan umat.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dalam sambutannya menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar seremoni, tetapi momen spiritual untuk memuliakan Tuhan atas berkat dan penyertaan-Nya. Ia mengapresiasi semangat gotong-royong warga jemaat yang telah menopang pembangunan gereja dengan kerja dan doa tanpa henti.

“Di balik kemegahan gedung gereja ini, terdapat semangat juang dan komitmen warga jemaat yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa hidup Kristiani butuh ruang representatif untuk pembinaan spiritual yang kontekstual,” ujar Lewerissa.

Ia berharap Gedung Gereja Efrata bisa menjadi simbol persaudaraan seiman sekaligus pusat penyebaran kasih, sukacita, dan damai kepada sesama. Sesuai dengan makna nama “Efrata” yang berarti subur dan berbuah banyak, ia menginginkan agar gereja ini menjadi lahan yang subur untuk pertumbuhan iman dan kontribusi sosial di tengah masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Maluku sangat berharap gereja bisa memainkan peran penting dalam pembinaan karakter sosial dan budaya di masyarakat. Sinergi antara gereja dan pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk membangun Jemaat GPM Efrata ke depan,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengucapkan selamat kepada seluruh warga jemaat atas peresmian gedung gereja yang baru ini.

“Semoga Tuhan sumber berkat senantiasa menuntun kita semua dalam merawat kehidupan yang telah Ia anugerahkan,” tutup Lewerissa.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan makan patita sebagai bentuk sukacita dan kebersamaan seluruh warga jemaat dan undangan yang hadir. (**)