/MASARIKUONLINE.COM, Kolonel Laut (P) Frejhon Da Costa, MTr., Opsla, Komandan Satuan Pertahanan Pantai (Dansathantai) Kodaeral IX tampil mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas dalam pelantikan Sekretaris Daerah Kota Ambon, Robert Sapulette, Selasa 21 Juli 2026 di Aula Vlissingen, Balai Kota Ambon.
Kehadiran perwira menengah TNI AL itu bukan sekadar seremoni. Ini sinyal tegas: Kodaeral IX berkomitmen mengawal stabilitas pemerintahan dan pembangunan di Kota Ambon.
TNI AL Hadir, Pemerintahan Harus Profesional,
Pelantikan dipimpin langsung *Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena* dan dihadiri Forkopimda, pejabat Pemprov Maluku, TNI-Polri, DPRD, Kejaksaan, serta OPD.
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan Sekda adalah “motor” pemerintahan. Integritas, profesionalisme, dan netralitas ASN menjadi harga mati. Program prioritas harus dipercepat. Birokrasi dituntut bersih, adaptif, dan melayani.
Di tengah pesan itu, kehadiran *Kolonel Frejhon Da Costa* memperkuat pesan lain: keamanan dan stabilitas daerah adalah tanggung jawab bersama.
“Kodaeral IX hadir untuk memastikan sinergi dengan pemerintah daerah berjalan. Pemerintahan yang profesional dan akuntabel hanya bisa jalan kalau kondusif,” tegas sumber internal Kodaeral IX.
Sekda Definitif, Birokrasi Tak Boleh Jalan di Tempat,
Dengan dilantiknya Robert Sapulette secara definitif, Pemkot Ambon kini tak punya alasan lagi menunda akselerasi program. Koordinasi lintas sektoral antara Pemkot, TNI-Polri, dan Forkopimda harus cair.
Bagi Kodaeral IX, stabilitas di darat sama pentingnya dengan keamanan di laut. Karena itu, keterlibatan *Dansathantai Kodaeral IX* dalam forum pemerintahan daerah seperti ini menjadi bentuk nyata dukungan TNI AL terhadap tata kelola pemerintahan yang kredibel di Ambon.
Pelantikan ditutup dengan pengambilan sumpah, penandatanganan berita acara, dan pembacaan pakta integritas. Satu pesan yang mengemuka: birokrasi Kota Ambon diuji mulai hari ini. (*)

