Bukti Cinta Tuhan Bergaung di Perayaan Perak Provinsial SVD Jawa, P.Leo Kleden,SVD : Goris, Engkaulah Terang Dunia

oleh -9265 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Flores timur-Perayaan 25 tahun imamat Provinsial SVD Jawa,RP.Gregorius Genane Kaha dikampung halamannya,Ritaebang,Kecamatan Solor Barat,Kabupaten Flores Timur-NTT,Jumad 22 September 2023 kemarin, ‘berhiaskan’ dengan pengakuan akan betapa besarnya Kasih Allah dan peneguhan-peneguhan yang memperkaya iman .

Pastor Dr.Leo Kleden,SVD yang tampil sebagai imam pengkotbah dalam perayaan Ekaristi Perak imamat Pastor Goris Kaha,SVD tersebut, sungguh berapi-api mewartakan tentang penggenapan-pengenapan Firman Tuhan yang menyertai perjalanan seorang pribadi Goris Kaha dari semasa kecil hingga dia memutuskan menjadi imam ditengah badai yang melilitnya serta karya perutusannya sebagai imam,biarawan misionaris Serikat Sabda Allah (SVD) pasca ditahbiskan sebagai imam 25 tahun lalu.

Memadukan kekuatan Firman (Yeremia 1:4-9, 1 Tim 1:12-17,dan Yohanes 1:1-18 ), dalam tata liturgi Perayaan Ekaristi 25 tahun imamat Pater Goris Kaha,SVD tersebut, Pastor Leo Kleden lantas menggaungkan tentang betapa luar biasa Kasih Allah yang sungguh hadir nyata,yang begitu terang tersaksikan dalam perjalanan hidup seorang Pastor Goris Kaha.

“Dalam prolog Injil Yohanes yang baru kita dengar,ditampilkan dua Tokoh yang sangat penting dalam sejarah keselamatan.Pertama adalah,Tokoh Yesus Sang Sabda yang menjelma menjadi manusia dan tinggal ditengah kita,penuh kasih karunia dan kebenaran.Tokoh yang kedua adalah Yohanes Pembaptis yang memberi kesaksian tentang Sang Sabda.Karena itulah,di misa syukuran perak ini, terdapat dua nukilan dari prolog Injil Yohanes,yang pertama In Principio Erat Verbum : Padamulanya adalah Firman,yang dijadikan sebagai motto tahbisan imam baru,Goris Kaha ,SVD, 25 tahun yang lalu.Nukilan Kedua adalah pernyataan Yohanes Pembabtis tentang dirinya,bahwa dirinya (Yohanes Pembabtis) bukan Terang itu,tetapi dia harus memberi kesaksian tentang Terang itu.”urai Pater Leo Kleden,SVD.

Seraya menajamkan intisari yang ditampilkan dalam dua nukilan prolog Injil Yohanes tersebut dan menggabungkannya dengan olahan refleksi panggilan seorang Pastor Goris Kaha serta pengenalan dirinya terhadap sosok Goris Kaha semasa pendidikannya di STFK Ledalero itu,Pater Leo Kleden terus menerus mengakrabkan Terang Sabda kepada ribuan umat dan puluhan imam konselebran dan biarwan-biarawati akan buah Kasih Allah yang telah digenapi oleh Yesus Kristus.

“Padamulanya adalah Firman. In Principio,artinya padamulanya.Namun juga berarti, pada prinsipnya, pada dasarnya.Hakekat dari segala ssuatu adalah Firman,karena semuanya diciptakan oleh Firman Allah yang Maha Kuasa itu. Selanjutnya prolog Injil Yohanes, memakai 4 kata kunci untuk menjelaskan Sang Babda : Di dalam Dia ada hidup, Hidup itu adalah terang manusia, Dia penuh kasih karunia, dan kebenaran.(Hidup,terang,kasih karunia dan kebenaran ).”terang Pater Leo Kleden.

Sebagai imam,biarawan misonaris,Pater Goris bukan saja percaya akan Yesus sebagai Sang Sabda, melainkan dia juga dipanggil secara khsusus untuk menjadi Sahabat Sang Sabda.dan Yesus ingin menyatakan kamu adalah sahabat kalau kamu berbuat seperti apa yang Ku perintahkan kepadamu.Inilah perintahKu supaya kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu.

Selama 25 tahun,Pater Goris telah setia mewartakan dan menghayati Firman,serta mewujudkan dalam pelayanan Kasih bagi umat yang dilaksanakannya diberbagai tempat perutusannya.

Kisah semasa kecil sang yubilaris mengikuti berpindah-tugas sang ayahanda,direfleksikan oleh Pater Leo Kleden sebagai rencana Tuhan yang telah ditetapkan bagi seorang Goris Kaha.

Ternyata melalui pengalaman ini, dia sudah dpersiapkan Tuhan menjadi misionaris yang siap berpindah tugas kemanapun Tarekat mengutusnya.

Lebih dari itu,Pater Goris menyadari, bahwa semuanya itu adalah berkat penyelenggaraan Kasih Tuhan yang abadi didalam perjalanan panggilannya.

Selanjutnya,sembari menampilkan situasi Nabi Yeremia di masanya, Pater Leo Kleden pun menampilkan keteguhan Pater Goris Kaha,SVD saat mengembani jabatan sebagai Provinsial SVD Jawa di situasi pandemi Covid-19.

Walau mendapat dukungan penuh dalam kerja sama mereka secara bertanggungjawab di situasi sulit tersebut,namun Pater Goris secara sadar melihatnya sebagai penggenapan janji Allah sama seperti janjiNya kepada Nabi Yeremia :Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal sebab itu aku menaruh setiap kasihKu kepadamu.

Lanjut Pater Leo Kleden,sesudah 25 tahun berbakti ,Pater Goris merenungkan semuanya, dan menemukan Tokoh Yohanes Pembabtis sebagai model bakti seorang misionaris.

Karena itulah untuk misa syukur pesta perak imamat,ia menukilkan kutipan pernyataan Yohanes Pembabtis,bahwa dia bukan Terang itu,tetapi dia harus memberi kesaksian tentang Terang itu.

Meneladani Yohanes Pembabtis,Pater Goris lalu dengan sangat rendah hati melukiskan tentang dirinya : aku bukan Terang itu,aku harus memberikan kesaksisan tentang Terang itu .

Yohanes Pembabtis adalah Nabi terakhir Perjanjian lama,tetapi ada dua hal yang tidak dibuat oleh Yohanes tetapi dibuat oleh seorang imam sebagai murid Yesus Perjanjian Baru,begitulah Pater Leo Kleden menukikkan pewartaanya itu.

Warta tentang Yesus adalah Terang dunia ,Cahaya Maha Cahaya yang menghalau kegelapan dosa dan menuntun kita dijalan yang benar lantas digaungkannya dengan berapi-api.

Pater Leo Kleden secara lantang menandaskan, Yesus yang Cahaya itu sudah menyalahkan hati murid-muridNya dengan Firman ,lalu Dia berkata dengan tegas : kamu adalah terang dunia,hendaklah terangmu bercahaya di hadapan orang,supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di surga.

“Kalau Pater Goris dengan rendah hati mengatakan saya bukan terang itu ,maka Goris, saya mengatakan ,ini bukan kata-kata saya,ini kata Yesus Tuhan untumu : Kamu adalah terang dunia,engkau goris adalah terang dunia,hendaklah terangmu bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliahkan Bapamu di surga.Bukan kemuliaanmu,tetapi memuliahkan Bapamu di surga.” tegas Pater Leo Kleden.

Tak berhenti disitu,Imam menurutnya, harus membakar diri bagai lilin yang membawa terang di atas altar ini.Kamu adalah terang dunia !

Kedua, yang tidak dibuat Yohanes Pembabtis, seorang imam menghadirkan Kristus yang kurban cintaNya di dalam Ekaristi.Dalam setiap kurban misa,Yesus berpesan kepada muridNya,buatlah ini sebagai kenangan akan Daku.

Yang dimaksudkan Yesus, bukan sekedar memecahkan roti putih ini, melainkan memecahkan roti diri bersama Yesus , mengorbankan waktu,tenaga,perhatian, dan cinta bagi umat yang dilayani.

Hanya demikianlah, bumi iini menjadi altar,langit itu kenisah, dan melalui engkau Imam Tuhan, Yesus merayakan SakramenNya sekalian.

“Buatlah ini sebagai kenangan akan Daku.Goris Kaha go arik senaren,imam misionaris Sang Sabda,hari ini, ditengah umat parokimu,ditengah rekan-rekan imam,biarawan -biarawati,didepan ibundamu yang sudah tua dan saudari-saudarimu, disaksikan bapa dan adikmu dari surga , engkau membaharui persembahan dirimu seutuhnya untuk Tuhan,maka waktu konsekransi nanti jika engkau impersona christi dalam nama Yesus,mengucapkan kata-kata Yesus sendiri : Inilah TubuhKU,inilah Darahku yang ditumpahkan bagimu.Semoga engkau dengan rendah hati tapi penuh keberanian menjawab Inilah tubuku,inilah darahku untukMu Yesus Tuhanku, amin ! (Eman Niron).