Bank Indonesia dan TNI AL Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 di Maluku, Jangkau 5 Pulau 3T

oleh -1058 Dilihat

MasarikuOnline. Com, Ambon – Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025 sebagai bentuk komitmen menjaga ketersediaan uang Rupiah layak edar di seluruh penjuru Indonesia. Tahun ini, ERB akan menyasar 90 pulau di 18 provinsi, termasuk lima pulau di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) Provinsi Maluku.

ERB 2025 di Provinsi Maluku resmi dilepas pada Jumat (1/8/2025) dari Dermaga Irian Lantamal IX Ambon. Acara pelepasan dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Kepala Perwakilan BI Maluku Mohamad Latif, Komandan Lantamal IX Brigjen TNI Marinir Suwandi, serta sejumlah pejabat dari OJK dan pimpinan perbankan di Maluku.

 

Lima pulau yang menjadi tujuan ERB kali ini adalah Pulau Ambalau, Buano, Seram (Siritaun Wida Timur), Heniar, dan Seram (Kilmuri). BI mengerahkan modal kerja senilai Rp5 miliar untuk memastikan masyarakat di daerah 3T tetap mendapatkan layanan uang Rupiah berkualitas dan sesuai kebutuhan.

“Sesuai amanat Undang-Undang, BI adalah satu-satunya lembaga yang berwenang mengedarkan uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Kegiatan ERB ini sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap uang Rupiah yang layak edar,” ujar Kepala BI Maluku, Mohamad Latif, dalam sambutannya.

Lebih dari sekadar distribusi uang, ERB juga mengusung misi edukatif dan sosial. Masyarakat di pulau-pulau tujuan akan mendapatkan layanan penukaran uang, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, serta pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.

Komandan Lantamal IX Ambon Brigjen Suwandi menyampaikan dukungan penuh TNI AL terhadap misi ERB.

“Kami siap mendukung upaya BI dalam menjaga kedaulatan negara melalui distribusi uang Rupiah hingga ke pelosok negeri,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath mengapresiasi sinergi BI dan TNI AL dalam menjawab tantangan geografis dan infrastruktur dalam pendistribusian uang.

“Ini bukan hanya tentang uang, tapi juga soal menjaga kedaulatan dan kehadiran negara di tengah masyarakat,” tegas Vanath.

Pelaksanaan ERB 2025 di Maluku diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk merawat dan menggunakan Rupiah secara bijak sebagai simbol persatuan bangsa.

(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.